IBX592EBC03DC493

Begini Lho, Cara Menghitung Biaya Simulasi KPR yang Benar

Memiliki rumah idaman memang menjadi keinginan semua orang, ya. Rumah atau hunian ini memang kebutuhan pokok manusia, utamanya untuk Anda yang sudah berkeluarga. Kini, banyak sekali pengembang KPR yang menggunakan peluang ini untuk berbisnis properti.

Begini Lho, Cara Menghitung Biaya Simulasi KPR yang Benar

Jika Anda berniat untuk mengambil rumah KPR ini, maka Anda juga harus tahu bagaimana cara menghitung biaya simulasi KPR. Hal ini penting sekali supaya Anda bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. Anda juga akan mempunyai gambaran mengenai anggaran yang akan dikeluarkan per bulan untuk membayar tagihan dan cicilan KPR.

Nah, bagaimana cara menghitung biaya simulasi tersebut? Simak ulasan di bawah ini sampai selesai, ya!

Pembayaran Uang Muka
Saat mengajukan KPR, Anda tentu akan dikenai biaya, seperti biaya DP atau pun biaya cicilan. Sedangkan, besaran biaya ini biasanya tergantung dari kebijakan masing-masing bank yang bekerja sama dengan pengembang atau bank penerbit KPR.

Sesuai dengan peraturan terbaru dari Bank Indonesia, besarnya uang muka sebuah KPR saat ini adalah 15% untuk rumah tapak pertama, 20% untuk rumah kedua, dan 25% untuk rumah selanjutnya. Tapi, besarnya simulasi KPR berupa uang muka ini bisa jadi berbeda antar bank karena kebijakan dari masing-masing bank tersebut.

Misalnya, Anda membeli sebuah KPR dengan harga 600 juta rupiah, maka uang muka untuk rumah pertama Anda bisa disimpulkan sebagai berikut :
Uang muka      = 15% x harga rumah                
                        = 15% x 600 juta rupiah = 90 juta
Menilik penghitungan di atas, maka pokok kredit pun bisa dihitung secara otomatis, yakni :
Pokok kredit   = Harga rumah – uang muka
                        = 600 juta rupiah – 90 juta rupiah = 510 juta rupiah

Penghitungan Biaya Provisi
Ada lagi biaya simulasi KPR yang harus Anda tanggung selain uang muka, antara lain adalah biaya provisi. Biaya ini adalah biaya yang dikenakan pihak bank pada nasabahnya yang menggunakan KPR.

Biaya provisi merupakan bentuk biaya administrasi atas dana yang telah bank pinjamkan kepada nasabah tersebut. Besarannya tentu berbeda antara bank satu dengan bank yang lain. Namun, kebanyakan menetapkan nilai 1% dari pokok kredit yang dipinjamkan.

Jika begitu, maka dilihat dari contoh di atas, biaya provisinya menjadi :
Biaya provisi   = 1% x 510 juta rupiah = 5,1 juta rupiah
Nah, simpel bukan, cara menghitungnya?

Menghitung Pajak Pembelian
Berikutnya, yang perlu dihitung dalam simulasi KPR adalah pajak pembelian. Dalam menghitung pajak pembelian ini, ada komponen yang mesti dimasukkan yakni Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Nilai ini bisa saja berbeda di masing-masing wilayah, namun contoh ini menggunakan besaran di wilayah Jakarta yakni 60 juta rupiah. Jadi, penghitungannya sebagai berikut :
Pajak untuk pembeli    = 5% x (Harga rumah – NJOPTKP)
                                    = 5% x (600 juta rupiah – 60 juta rupiah) = 27 juta rupiah

Menghitung Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Biasanya, biaya yang satu ini harus dibayarkan juga pada saat pengajuan Biaya Balik Nama (BBN). Besarannya pun bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung dari kebijakan pemerintah. Dalam contoh ini menggunakan besaran 50 ribu rupiah. Jadi, penghitungannya bisa disimpulkan sebagai berikut :

PNBP  = (1/1000 x harga rumah) + 50 ribu rupiah
            = (1/1000 x 600 juta rupiah) + 50 ribu rupiah = 650 ribu rupiah

Penghitungan Biaya Balik Nama (BBN)
Ada juga simulasi KPR yang wajib dihitung yaitu BBN ini. Proses balik nama tergantung pada perjanjian awal yang diterapkan oleh pihak bank dan juga kebijakannya. Besaran di bawah ini hanya contoh yang sewaktu-waktu bisa berubah karena kebijakan pemerintah. Maka, proses penghitungannya menjadi sebagai berikut :
BBN    =(1% x harga rumah) + 500 ribu rupiah
            =(1% x 600 juta rupiah) + 500 ribu rupiah = 6,5 juta rupiah
Penghitungan Biaya Bunga dan Besaran Cicilan KPR
Setelah menyelesaikan beragam pembayaran awal di atas, kini Anda harus mempertimbangkan besaran bunga dan cicilan KPR tersebut. Dalam hal ini, setiap bank bisa menerapkan perhitungan bunga yang berbeda pada KPR masing-masing.
Dalam contoh ini digunakan asumsi bunga mencapai 10% per tahunnya dengan tenor KPR selama 5 tahun, jadi besaran simulasi KPR berupa bunganya ini sebagai berikut :
Total untuk bunga       = Pokok kredit x bunga per tahun x tenor dalam satuan tahun
                                    = 510 juta rupiah x 10% x 5 = 255 juta rupiah
Bunga per bulan = Total bunga / tenor dalam satuan bulan
                           = 255 juta rupiah/60 = 4,25 juta rupiah
Dengan begitu, bisa ditemukan pokok atau besarnya cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan, yakni :
Cicilan = (Pokok kredit + total bunga)/tenor dalam satuan bulan
            = (510 juta rupiah + 255 juta rupiah)/60 = 12,75 juta rupiah
Itulah besaran cicilan yang harus Anda angsur setiap bulannya untuk KPR senilai 600 juta rupiah dalam jangka waktu 5 tahun. Selain itu, Anda juga memerlukan biaya lain seperti jasa notaris untuk mengurus segala macam surat seperti balik nama sertifikat, dan sebagainya.
Nah, itu dia cara menghitung simulasi KPR dengan benar. Bagaimana, apakah Anda sudah mempunyai gambaran untuk rumah idaman Anda? Pastikan rumah tersebut sesuai dengan budget supaya tidak terlalu membebani, ya. Semoga bermanfaat!
Begini Lho, Cara Menghitung Biaya Simulasi KPR yang Benar | mariana | 5