IBX592EBC03DC493

Cerpen Cinta Dilubuk Paling Dalam Hati

Cerpen Cinta

Cerpen Cinta - Ketika cinta sejati dalam kenasiban datang tentunya tidak memamndang ketidak lebihan sang kekasih apalagi memandang hartanya. Kami menyayanginya dengan tulus dati hati yang terdalam untuk menjaganya dengan kebersamaan saling menjaga hati yang telah di ikrarkan didalam hati yang tulus.

Yang dinamakan cinta itu wajib telah disayangi dengan tutorial yang lembut apalagi diceritakan melewati cerpen cinta kecewa lumayan mengharukan serta dapat hebat hati anda kedalam cerita tersebut serasa kami yang ikut merasakan perjuangannya. Yang namanya perjuangan itu tidak mudah serta membutuhkan pengabdian yang sangat berat.

cerpen cinta

Dalam cerpen cinta romantis juga dapat menjadi inspirasi kamu untuk memperjuangan cinta sejati yang tulus serta wajibnya sama sama berjuang untuk mempertahankan bukannya mencari siapa yang salah dalam persoalan. Segala sesuatu yang diperjuangkan itu tentu hasilnya sangat baik cintanya dengan mencari yang paling baik.

Cerpen Cinta Pertama Paling Dalam Hati

Kasih Sesampai Di Ujung Jalan
Dihari itu, hari yang sangat tersanjung, ya... karna aku serta kau menjadi KITA, dihari hari yang indah kami lewati bersama... kamu slalu ada untuk aku serta ku slalu ada untuk kamu, aku berharap faktor ini semakin menerus berlanjut.
Hingga pada akhirnya..
Hubungan itu pun berujung pada duka
Mimpiku yang indah itu wajib aku kubur dalam serta mendalam
Engkau meninggalkan aku sendiri saja disini
Dan engkau tidak bakal kembali padaku lagi
Kita telah pada pada dunia yang tidak sama :')
Kini, ku hanyalah dapat berharap, bakal ada suatu  keajaiban bakal datang supaya hubungan kita
Dan saya yakin, aku dengan kau bakal bersatu kembali...
Di surga kelak :')

Menemukan Cinta Yang Hilang
Berapa kali ku tidak lebih fokus pada mata pelajaran dikuliah ku pada minggu akhir ini, pikiran aku melayang mengingat ngingat serta raut wajah yang tiba saja menjadi sendu itu, tidak sempat sebelumnya ku meliat ekpresinya serta wajahnya semacam itu, dirinya ialah wanita yang sangat kuat serta slalu ceria yang sempat aku kenal.
Ketika beberapa imajinasi ada didalam pikiran aku, ku mengingat mimpi diriku semalam, mengingat bayangan dirinya yang sdang menangis tersedu. Disitulah pertama kali aku merasa terbelah sehingga dua, antara si bego yang tidak sempat mempedulikan serta si bego yang satunya lagi sangat tulus mencintai.
Pada hari ini saya benar - benar menjadi orang yang tidak peduli. Tidak perduli seberapa kurang baiknya tasumsi orang - orang dikurang lebihku, dosen sekali pun, aku berhenti berfikir, di tengah ujian itu aku berusaha bangkit dari kursi aku, serta berlari keluar ruangan tidak menghiraukan siapa pun.
Pikiran aku hanyalah tertuju kepadanya. “Bagaimanakah dapat, bagaimanakah dapat ku semacam ini?” pada saat itu aku sehingga orang yang bego yang tulus mencintainya, sibodoh yang trus menerus lari sambil mengingatnya kembali dimasa - masa indah itu seketika aku serta si dirinya bercanda, saling bercanda tawa sebelumnya.
Di kejauhan ku menonton dirinya tetap duduk pada kursi taman itu, tetap dengan napas yang terengah - engah aku pun langsung menghampiri dirinya. Cocok dihadapan dirinya langkah aku pun terhenti, lalu Dirinya bangkit dari kursinya itu. Selang beberapa detik disaat kami saling memandang serta dirinya pun sempat terkejut karna aku tiba tiba memeluk dirinya tanpa sepatah kata pun. Benar, tidak semua kata kata yang dapat meng artikan perasaan kami, aku tidak dapat membahas perasaanku ini, yang kutahu, seketika ada rasa yang sangat menenangkan disaat aku memeluk dirinya. Rasanya bagai bernapas untuk yang pertama kalinya.
Tak beberapa lama kemudian dirinya pun membisikiku. “Aku tau kau bakal datang, aku slalu menantikan kau disini!” “Maafkan ku sayang, sungguh ku tidak bermaksud untuk menyakiti dirimu, hanya saja ku tidak mampu menonton kamu bersama laki laki itu.”
Dia tertawa kecil. “Apakah selagi ini kau cemburu?”
“Aku hanya mengharapkan kau tau perasaan diriku, slama ini ku mencintai dirimu, aku mencintai kamu dengan tulus hatiku!”
Dia menangis dibahu aku. “aKu juga begitu menyayangimu, ku tidak mampu lagi bohong pada perasaan aku sendiri, pria itu terbuktilah sangat romantis, baik, sangat jauh tidak sama dengan kamu, Tetapi dihati aku hanyalah ada kau seorang. Seminggu lalu ku mengakhiri hubungan itu serta diia pun mengerti. Tetapi kenapa kau menghilang begitu saaja Sayang. . ., Kau slalu ada disetiap hari - hari diriku, serta ku merindukanmu yang dahulu, Sayang”
“Maafkan Sayang. . ., Disaat itu kupikir ku dapat menyerah dengan perasaanku ini. Tetapi kini kutahu, aku dapat aja menyerah, tetapi aku tidak sempat dapat berangkat dari engkau, Sayang...”
Ia senyum dengan manis. “Sayangku. . ., tahu ngga kamu? aku nangis disaat kau tidak datang datang, hanyalah menelepon aku serta hanyalah mengucapakan slamat ulang tahun di waktu malam pesta ulang tahun aku , aku juga menangis disaat membuka bungkus kado kamu itu meskipun hanyalah jam weker yang kecil tetapi sebab itu aku tidak sempat terlambat lagi untuk berangkat kekampus. Kau wajibnya tau, ku tidak membutuhkan kue ataupun bunga, Ku hanyalah membutuhkan engkau, kau yang slalu membikinku tersanjung meskipun dengan tangis sekalipun, kau yang slalu melengkapi ketidak lebihan aku meskipun hanyalah dengan kesederhanaan. Berjanjilah sayang..., berjanji jangan sempat menghilang dari diriku lagi?”
Aku melepaskan pelukan aku, serta mengusapkan air mata yang saat ini membasahi pipi dirinya serta menggenggam erat tangan dirinya “Aku janji Sayang, aku janji untuk senja pada hari ini serta disesemakinnya, aku slalu ada untuk kau, sayang.”
Senja dihari ini aku bersama dirinya lagi, tersenyum bersama sama, tertawa bersama sama bahkan menangis pun bersama sama. Disenja hari ini kami ialah manusia yang sama tetapi kami lahir dengan pengertian serta makna. Senja dihari ini serta sesemakinnya, mungkin ku bakal slalu bersama dirinya, tersanjung kelak, karna sesungguhnya tidak ada yang mampu meninggalkan cinta dengan sendiri.


Sabar merupakan salah satu kunci dalam menjalani cinta sejati yang tulus serta saling memahami apa yang tidak lebih serta mana yang lebih pada diri kekasih kita. Cerpen Cinta Pertama juga wajib dijaga untuk menemukan loyalitas pada diri kami serta menumbuhkan rasa sayang pada akhirnya ke Pantun Gombal jenjang yang lebih serius.
Cerpen Cinta Dilubuk Paling Dalam Hati | Mariyana Yana | 5